Penetapan Penerima Penghargaan Nirwasita Tantra Tahun 2017 - Kementerian LHK

Kabupaten Karanganyar masuk dalam nominasi penilaian Nirwasita Tantra Kategori Kabupaten Sedang Tahun 2021. Terima kasih disampaikan kepada Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Tim Penilai DIKPLHD Tingkat Provinsi Jawa Tengah atas kesempatan yang diberikan untuk mempresentasikan Kabupaten Karanganyar.

Penghargaan Green Leadership, NIRWASITA TANTRA merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah yang diberikan kepada Pimpinan Daerah baik eksekutif maupun legislatif, yang berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja, sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan menuju green economy.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Lingkungan Hidup rutin menyampaikan laporan terkait pengelolaan lingkungan hidup melalui Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD).

Terdapat dua buku, yaitu buku I berisikan Executive Summary / Ringkasan Eksekutif, sedangkan buku II adalah penjabaran substansi. Penyusunan Dokumen IKPLHD melibatkan unsur akademisi, lembaga non pemerintah, dan seluruh stake holders lainnya.

DIKPLHD merupakan gambaran berbagai informasi berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup. Dokumen ini memuat isu lingkungan hidup strategis, analisis  Driving Force (Faktor Pemicu ), Pressure (Tekanan), State (Kondisi Eksisting), Impact (Dampak), dan Response (Respon) terhadap isu lingkungan hidup daerah, serta inovasi daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dokumen ini juga memegang peranan penting sebagai bahan terpercaya untuk evaluasi dalam pengelolaan lingkungan menuju lingkungan hidup yang sehat dan nyaman.

Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah atau IKPLHD Kab.Karanganyar Tahun 2021 berdasarkan basic data Tahun 2020 dan strategi untuk mengatasi isu prioritas lingkungan hidup di Kab.Karanganyar serta inovasi terkait lingkungan hidup yang kami lakukan.

Isu Prioritas Lingkungan Kabupaten Karanganyar Tahun 2021

1. PENCEMARAN AIR

Masalah yang timbul berdasarkan analisis Driving Force yaitu pembuangan limbah ke badan air, karena peningkatan jumlah limbah setiap tahunnya, keterbatasan SPAL dan IPAL, menurunnya kepedulian lingkungan. Berdampak pada potensi penurunan pemanfaatan air sungai dan sumur serta ancaman pendangkalan waduk dan embung akibat sedimentasi

Respon Pemkab Menghadapi Isu Pencemaran Air:

  1. Menyusun regulasi terkait pengelolaan air tanah, pengelolaan air limbah, Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kabupaten Karanganyar , serta izin lingkungan dan dokumen lingkungan.
  2. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi, termasuk pada pembuangan limbah industri.
  3. Partisipasi masyarakat : penghijauan, pembangunan SPAL dan peningkatan fasilitas  sanitasi, peningkatan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)

2. PENANGGULANGAN BENCANA LINGKUNGAN

Kondisi alam wilayah Kab.Karanganyar yang terdiri atas dataran tinggi dan rendah berdampak RENTAN BENCANA ALAM, seperti tanah longsor, banjir, angin puting beliung, dan kekeringan.

Respon Pemkab Menghadapi Isu Penanggulangan Bencana Lingkungan:

  1. Regulasi Tata Kelola Pemanfaatan Lahan  —-  dengan PERDA no 19  Tahun 2019 tentang RTRW
  2. Penguatan Tanggap Bencana  —  dengan:
    • Pembentukan DESTANA (Desa Tanggap Bencana)
    • Penyediaan Early Warning System (EWS)
    • Optimalisasi teknologi informasi digital
    • Penguatan infrastruktur dan mapping jalur evakuasi bencana
  3. Pemberian Bantuan dan Partisipasi Masyarakat
  4. Pelatihan tanggap bencana Bersama pusat studi bencana (PSB) UNS
  5. Program IJO ROYO ROYO
  6. Program Children Forest OISCA
  7. Penghijauan lahan kritis CDK Wilayah X
  8. Komunitas Anak Gunung Lawu 

3. PENGELOLAAN SAMPAH 

Semakin meningkatnya volume sampah, menjadikannya salah satu isu prioritas lingkungan hidup di Kab.Karanganyar.

Respon Pemkab Menghadapi Isu Pengelolaan Sampah:

  • Membuat Regulasi Pengelolaan Sampah yaitu PERDA No 16  Tahun  2010
  • Melakukan sosialisasi pemilahan sampah mandiri di rumah tangga dengan menggandeng akademisi dan stake holders terkait
  • Mengarahkan CSR dari pelaku usaha, Perbankan dan akademisi untuk mendukung pengelolaan sampah, seperti bantuan mesin pencacah sampah, sepeda motor roda 3 pengangkut sampah, maupun bantuan lainnya
  • Menghimbau masyarakat untuk melaksanakan Gerakan Sampah Tuntas di Desa

4. PENGELOLAAN JASA LINGKUNGAN 

Lingkungan menyediakan hasil yang bersifat tangible dan intangible. Hasil intagible kawasan hutan adalah penyediaan jasa lingkungan seperti sebagai obyek wisata, penyediaan sumber air, penyediaan habitat hingga sumber energi alternatif. Salah satu jasa lingkungan yang umum dimanfaatkan dan telah memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat adalah sebagai obyek wisata. Kabupaten Karanganyar memiliki banyak spot wisata alam yang telah dikembangkan maupun dalam tahap awal pengembangan.

Respon Pemkab Menghadapi Isu Pengelolaan Jasa Lingkungan:

  • Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar mengidentifikasi 29 lokasi wisata jasa lingkungan. Mayoritas merupakan kampung/desa yang dibentuk  sebagai desa wisata sebagai daya tarik alam.
  • Pemberian izin lingkungan, baik Persetujuan Lingkungan untuk UKL/UPL mapupun SPPL telah dikeluarkan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.
  • Sepanjang tahun 2020, DLH Kabupaten Karanganyar telah melaksanakan 31 kegiatan pemantauan terhadap persetujuan lingkungan untuk segala jenis kategori  dokumen dan 22 tindak lanjut aduan masyarakat.

5. MASALAH ALIH FUNGSI LAHAN 

  • Karena pertumbuhan populasi yang pesat, letak sebagian Kab.Karanganyar di area aglomerasi, ekspansi pengembangan kawasan, potensi SDA, dan efektivitas tata kelola menyebabkan terjadi ALIH FUNGSI LAHAN.
  • Beberapa desa di lereng Gunung Lawu alami perubahan lahan secara signifikan menjadi kegiatan pariwisata, namun secara realita masih memiliki lahan terbuka yang cukup luas, memungkinkan penyediaan lahan untuk Kawasan lindung.
  • Kondisi daya dukung fungsi ekosistem penyediaan maupun pengaturan tergolong baik.

Respon Pemkab Menghadapi Isu Alih Fungsi Lahan:

  • Dari segi regulasi —- Melakukan penyempurnaan RTRW dalam Perda No.19 Tahun 2019
  • Analisis dasar terhadap daya dukung telah termuat dalam KLHS RPJMD
  • Kerjasama penghijauan dan reboisasi dengan CDK X Surakarta bersama masyarakat
  • Kegiatan konservasi dengan melibatkan NGO (Non Government Organisation / Organisasi Non Pemerintah) dan LSM seperti OISCA dengan Children Forest

 INOVASI DAERAH

  1. Gerakan Ijo Royo-Royo

Merupakan inovasi Pemkab Karanganyar dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai tanda “pepeling” atau peringatan Hari Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar. Dilakukan dengan penanaman bibit di kawasan rawan bencana ataupun kawasan sumber-sumber air bersama masyarakat dan stake holders.

  1. Gerakan Lepas Satwa (burung dan ikan) dalam Peringatan Hari-hari Besar tertentu.
  2. Gerakan Bersih Sungai di Hari-hari Peringatan Lingkungan Hidup (seperti World Clean Up Day)
  3. Gerakan Pungut Sampah Serempak oleh Siswa Sekolah, pegawai instansi, dan masyarakat
  4. Penetapan Kebijakan 1 Desa harus ada setidaknya 1 Kampung Iklim
  5. Mendukung Children Forest Program yang diprakarsai oleh OISCA Karanganyar
  6. Mendukung Hutan Pendidikan dan Healing Forest di KHDTK Gunung Bromo oleh UNS
  7. Penerapan Zero Waste dan Pengelolaan Lingkungan Mandiri oleh masyarakat Desa di Kec.Tawangmangu
  8. Penggalakan Bank Sampah Mandiri di lingkungan masyarakat dan instansi dengan menggandeng stake holders, seperti BUMD, perusahaan untuk CSR-nya, dan Komunitas Peduli Lingkungan.

 RAPAT PARIPURNA DPRD KAB. KARANGANYAR PENETAPAN RANCANGAN KESEPAKATAN  BERSAMA ANTARA BUPATI DAN DPRD KABUPATEN KARANGANYAR TENTANG KEBIJAKAN UMUM  APBD KAB.KARANGANYAR TA 2020 – SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN KARANGANYAR

Kegiatan pengelolaan lingkungan Kabupaten Karanganyar juga diapresiasi DPRD Kabupaten Karanganyar dan pelaksanaan fungsi pengawasannya terhadap berbagai upaya pengelolaan lingkungan hidup. Sebagai pelaksana fungsi legalisasi telah mengesahkan beberapa Perda terkait lingkungan, seperti Penetapan Perda tentang Pengelolaan Sampah dan Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan, Perda tentang RTRW, Perda tentang Air Limbah, Perda tentang Izin Lingkungan. DPRD selaku pemangku fungsi anggaran telah menyetujui alokasi anggaran untuk pengelolaan lingkungan hidup setiap tahunnya, semakin meningkat persentasenya.

Semoga seluruh program kerja dan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan dukungan penuh oleh DPRD Kabupaten Karanganyar mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup kita.

Tayangan video Menuju Nirwasita Tantra Tahun 2021 dapat disaksikan pada YouTube Kabupaten Karanganyar dan media sosial Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar ( Instagram : dlh_kab_karanganyar, twitter : @dlhkaranganyar1, Facebook :  Dlh Karanganyar )